SELAMAT DATANG DIBLOG KAMI EXS PETUGAS LAPANGAN GERHAN (PLG) BPDAS CIMANUK CITANDUY JAWA BARAT KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN SALAM HIJAU INDONESIA

Rabu, 04 November 2015

"POHON KI HUJAN"



‘KI
HUJAN (Samanea  saman) “

Pohon mempunyai segudang manfaat bagi alam. Salah satu manfaatnya adalah  kemampuan dalam menyerap gas berbahaya seperti Karbondioksida (CO2) dan Karbonmonoksida (CO)  yang dapat  menjadi salah satu sebab terjadinya global warming serta kerusakan jaringan syaraf tertentu khususnya bagi manusia dan hewan yang menghirupnya baik secara langsung maupun tak langsung. Selain itu Gas Oksigen (O2) hasil  sintesis  tanaman, dapat digunakan oleh makluk hidup sebagai salah satu sumber energi.
Menurut Selamilah.blog.friendster (2009), terdapat sembilan manfaat dari pohon, yaitu
 1. Manfaat Estetis (keindahan)
Pohon memiliki berbagai macam bentuk tajuk yang khas, sehingga menciptakan keindahan tersendiri. Oleh karena itu bila disusun secara berkelompok dengan jenis yang sama pada masing-masing kelompok akan menciptakan keindahan atau suasana yang nyaman. Struktur bangunan tanpa diimbangi dengan pohon-pohon akan terasa gersang, sebaliknya bila sekitarnya ditanam pohon serta ditata dengan baik akan nampak hijau dan asri.

2. Manfaat Orologis
Akar pohon dengan tanah merupakan satu kesatuan yang kuat sehingga mampu mencegah erosi atau pengikisan tanah. Inilah yang disebut manfaat orologis.

3. Manfaat Hidrologis
Dalam hal ini dimaksudkan bahwa tetanaman pada dasarnya akan menyerap air hujan. Dengan demikian banyaknya kelompok pohon-pohon akan menjadikan daerah sebagai daerah persediaan air tanah yang dapat memenuhi kehidupan bagi manusia dan makhluk lainnya
4. Manfaat Klimatologis
Dengan banyaknya pohon akan menurunkan suhu setempat, sehingga udara di sekitarnya menjadi sejuk dan nyaman. Jadi secara klimatologis kehadiran kelompok pohon-pohon pelindung sangat besar artinya.

5. Manfaat Edaphis
Ini adalah manfaat dalam kaitan dengan tempat hidup binatang. Di lingkungan yang penuh dengan pohon-pohon, secara alami satwa dapat hidup dengan tenang karena lingkungan demikian memang sangat mendukung.

6. Manfaat Ekologis
Lingkungan yang baik adalah yang seimbang antara struktur buatan manusia dan struktur alam. Kelompok pohon atau tanaman, air, dan binatang adalah bagian dari alam yang dapat memberikan keseimbangan lingkungan.

7. Manfaat Protektif
Manfaat protektif adalah karena pohon dapat memberikan perlindungan, misalnya terhadap teriknya sinar matahari, angin kencang, penahan debu, serta peredam suara. Disamping juga melindungi mata dari cahaya silau.

8. Manfaat Hygienis
Adalah sudah menjadi sifat pohon pada siang hari menghasilkan O2 (Oksigen) yang sangat diperlukan manusia, dan sebaliknya dapat menyerap CO2 (Karbondioksida) yaitu udara kotor hasil gas buangan sisa pembakaran. Jadi secara hygienis, pohon sangat berguna untuk kehidupan manusia.

9. Manfaat Edukatif
Berbagai macam jenis pohon yang ditanam di kota merupakan laboratorium alam, karena dapat dimanfaatkan sebagai tempat belajar mengenal tanaman dari berbagai aspeknya.

          Kondisi fisik, jenis, dan karakter tanaman akan sangat menentukan derajat manfaat pohon tersebut. Seperti perbandingan antara  Pohon Kelapa dan Pohon Beringin. Satu Pohon Beringin yang mempunyai kanopi lebar, jumlah daun yang lebih banyak, dengan  akar serabut kompleks, akan menghasilkan Oksigen (O2) dan daya serap air yang cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan pohon kelapa. Dan masih banyak lagi pohon-pohon yang mungkin lebih tinggi manfaatnya dalam melindungi alam ini.
           Salah satu pohon yang mempunyai manfaat besar, khususnya berperan dalam mengatasi  masalah lingkungan adalah Pohon Kihujan (Samanea saman).  Pohon ini disebut juga pohon hujan (rain tree), Trembesi, atau monkey pod. Memiliki kanopi  lebar melebihi ukuran  tinggi vertikalnya, sehingga menyerupai payung atau Bunga Brokoli. Menurut  En.wikipedia (2009), tingginya dapat mencapai 25 meter, lebar kanopi sampai 40 meter, dengan klasifikasi biologi sebagai berikut :
                                   
Kingdom
:
Plantae
Division
:
Class
:
Subclass
:
Order
:
Family
:
Subfamily
:
Mimosoideae
Tribe
:
Genus
:
Species
:
Albizia saman (Jacq.) Merr.
Pohon Kihujan memiliki bentuk daun yang menyerupai bentuk Kujang (senjata tradisional Suku Sunda). Bentuknya semakin meruncing pada bagian ujung daun. Daun ini akan layu kearah atas ketika menjelang sore dan malam  hari, sehingga daun terlihat saling berdempetan dalam pasangannya. Dalam satu helai daun umumnya terdiri dari dedaunan yang bejumlah genap. Memiliki tekstur tulang daun yang sederhana dan teratur dengan warna daun hijau muda cerah. Posisi daun dalam satu pasang sejajar simetris dengan kondisi akar tunggang yang menyerupai cakar ayam.
Pohon Kihujan tumbuh diberbagai daerah, khususnya daerah yang mempunyai iklim hujan tropis. Menurut En.wikipedia (2009), pohon tersebut berkembang juga di daerah Meksiko Selatan, Peru,  Brasil, bahkan sampai ke daerah Pulau Pasifik yaitu Hawai. Tanaman tersebut mampu bertoleransi dalam keadaan ektrim. Dapat bertahan 2-4 bulan atau lebih lama di daerah yang mempunyai curah hujan <40 mm/tahun (Dry season) atau bahkan dapat hidup lebih lama tergantung usia, ukuran pohon, temperatur dan tanah. Kihujan juga dapat hidup di daerah dengan temperatur 20-300C, maksimum temperatur 25-380C, minimum 18-200C, dan temperatur minimum yang dapat ditoleransi 80C (Stapes, George W. et all, 2006).
Banyak karakter yang menonjol dari tanaman sang pelindung ini. Diberbagai daerah alamiahnya, ternyata belum ditemukan pohon Kihujan yang terserang oleh Organisme Penggangu Tanaman (OPT). Hal tersebut berarti Kihujan sangat tahan terhadap serangan OPT. Selain itu, Kihujan dapat tahan pada derajat keasaman yang cukup ektrim.  Kihujan dapat tumbuh pada pH 6 s.d.7,4 namun dapat juga bertoleransi pada pH 8,7 dan 4,7 (Stapes, George W., et all, 2006). Dengan karakter tersebut pohon ini sangat memberikan manfaat bagi alam.
Beberapa manfaat tersebut antara lain, Kihujan dapat menjadi penangkal ganguan angin kencang, mampu menampung air bervolume cukup besar, mencegah erosi, berasosiasi dengan Rhizobia bacteris (bakteri penangkap Nitrogen N2), asosiasi tersebut dapat dilihat ketika ketika rerumputan atau  perdu tumbuh subur di bawah kanopi pohon (Stapes, George W., 2006). Sehingga tanah akan kaya dengan zat hara makro yang sangat berguna untuk perkembangan pohon tersebut. Menurut Trubus-online (2009), Pohon Kihujan mampu menyerap 28.488,39 kg Karbondioksida (CO2) selama satu tahun. Berdasarkan penelitian Hartwell (1967-1971) dalam Stapes, George W. (2006)   mengatakan bahwa akar Kihujan dapat digunakan sebagai obat tambahan saat mandi air hangat untuk mencegah kanker. Ekstrak daunnya-pun dapat menghambat pertumbuhan mikrobakterium Tuberculosis  penyebab sakit perut (Perry, 1980 dalam Stapes, George W, 2006). Pohon tersebut juga dapat digunakan sebagai obat flu, sakit kepala dan penyakit usus (Duke and Wain, 1981 dalam Stapes, George W et all, 2006).
Pohon kihujan yang kaya akan manfaat ini merupakan salah satu pohon endemik di kawasan Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC). Para petani di kawasan tersebut mungkin sudah tak asing lagi melihatnya. Bahkan beberapa kelompok tani melakukan perbanyakan bibit tersebut untuk kegiatan rehabilitasi di kawasan kritis.



DAFTAR PUSTAKA

En.wikipedia. 2009. The Free Encyclopedia. Albizia saman. (On-line). http://en.wikipedia.org/wiki/Albizia_saman diakses 28 Juli 2009
Selamilah.blog.friendster. 2009. Manfaat penghijauan. (On-line). http://selamilah.blog.friendster.com/2009/03/ diakses 28 Juni 2009. 
Stapes, George W. dan Craig R. Elevitch. 2006. SpeciesProflesforPacificIslandAgroforestry. Samanea saman (rain tree). (On-line). www.traditional.org diakses tanggal 28 Juli 2009.  
Trubus-online. 2009. Manfaat daun trembesi Samanea saman (On-line). http://www.trubus-online.co.id/mod.php?mod=publisher&op=printarticle&artid=1120 diakses 28 Juli 2009.

.

 




  



PULAU KOORDERS CIAMIS CIKAL BAKAL BERDIRINYA KEMENTERIAN KEHUTANAN INDONESIA


















“Pulau Koorders ternyata Ada di Kabupaten Ciamis Jawa Barat”
Pernahkah anda mendengar DR.Koorders? atau Pulau? Dan hubungannya dengan perkembangan lembaga konservasi alam di Indonesia? Apabila anda belum mengetahuinya, berikut penjelasan singkat mengenai siapa Koorders dan dimana  Pulau Koorders tersebut berada.
DR. KH. Koorders lahir pada tahun 1863 dan meninggal pada 16 November 1919. Tahukan anda bahwa doktor ini adalah seorang pelopor atau pendiri sebuah lembaga perlindungan/konservasi alam pertama di Indonesia? Melalui perkumpulan perlindungan alam Hindia belanda (Nederland Indische Vereeningin tot Naturbescerming) yang didirikan di Buitenzorg (Bogor) pada tanggal 22 Juli 1912 (Cetak.kompas, 2008) ini, beliau akhirnya mampu membentuk lembaga konservasi alam pertama di Indonesia.  
Koorders adalah seorang peneliti botani, khususnya membidangi tetanaman hutan tropis  Indonesia (Mail-archieve, 2008). Meskipun kegiatanya sebagai seorang peneliti, akan tetapi seorang doktor botanis ini mampu memperjuangkan lahirnya lembaga konservasi melalui  proses yang cukup membutuhkan waktu dan usaha.
Melalui Perkumpulan Perlindungan Alam Hindia Belanda yang dibentuknya, beliau kemudian mengajukan legalitas hukum kepada Pemerintahan Hindia Belanda. Selama tujuh bulan, tepatnya 03 Februari 1913 (Galamedia, 2008), akhirnya perkumpulan tersebut mendapatkan legalitas hukum yang sah dari pemerintah.
Usaha seorang dokter botani dalam memperjuangkan berdirinya lembaga konservasi alam ini tidak hanya sampai disini saja. Tanggal 31 Maret 1913, beliau mencoba kembali  mengajukan perkumpulannya yang sudah berbadan hukum ini untuk dijadikan sebuah lembaga resmi  dan  mendapat pengakuan dari Pemerintah Hindia Belanda.
Setelah menunggu selama tiga tahun, tepatnya pada Bulan Maret 1916, akhirnya perkumpulan tersebut resmi mendapat pengakuan Pemerintah Hindia Belanda. Ini berarti bahwa  lahirnya lembaga konservasi di Indonesia terjadi pada  waktu tersebut.    

Keberhasilan beliau sebagai seorang dokter botani untuk memperjuangkan lembaga konservasi  sangat membanggakan. Beberapa jasa lainnya, seperti  menginventarisasi flora  Pulau Jawa, koleksi herbarium bersama rekannya Th Valeton, menerbitkan buku tentang berbagai jenis pepohonan endemik Pulau Jawa dengan judul “Bijdragen tot de Kennis der Boomsoorten van Java” (Mail-archieve, 2008), labelisasi pepohon selama delapan tahun di daerah Jawa dan Cibodas bersama Mr H.A. des Amorie va der Hoeven, kemudian Koorders juga menghabiskan waktunya selama lima tahun untuk menyempurnakan labelisasi tersebut (Novuspuncak, 2008).  Dan masih banyak jasa yang diberikan Koorders terhadap lembaga perlindungan alam ini yang mungkin belum terdokumentasikan.
Salah satu wujud perhatian Pemerintah Hindia Belanda terhadap jasa Koorders adalah dengan memberikan nama Koorders pada salah satu cagar alam (Natuurmonument) di wilayah jawa, seiring dengan wafatnya doktor ini di Jakarta pada Tanggal 16 November 1919. Kemudian Pemerintah Hindia Belanda menerbitkan keputusan melalui Surat Gubernur Jenderal Hindia Belanda (Besluit van den Gouvernuer -General van Nederlandsch Indie) pada Tanggal 21 Februari 1919 yang isinya menetapkan beberapa kawasan Cagar Alam, termasuk salah satunya adalah Pulau Koorders (Galamedia, 2008).
Dimanakah Pulau Koorders? Seperti apakah pulau tersebut? Sebenarnya keberadaan Pulau Koorders sudah sangat terkenal, tidak hanya di wilayah Jawa Barat saja, namun diluar Jawa Barat-pun hampir semua mengenalnya. Setiap bulan Maulud ribuan orang, terutama dari Jawa Timur dan Jawa Tengah, mengunjungi lokasi tersebut. Pada umumnya turis domestik yang datang dari berbagai daerah melakukan ritual ziarah makam leluhur. Menurut Mail-archieve (2008), pulau tersebut berada pada ketinggian sekira 700 meter di atas permukaan laut  dengan luas danau mencapai 69,98 hektare, dan didalamnya terdapat pulau seluas  9,25 hektare
Dipulau Koorders pengungjung dapat merasakan sejuknya udara segar, air danau yang tenang,  hijaunya miniatur hutan tropis, dan keunikan karakter satwa kelelawar yang bergerombol pada ranting pohon, biasanya penduduk  menamakan hewan tersebut dengan sebutan“Kalong”. Dan masih banyak lagi flora dan fauna yang mendukung keindahan pulau tersebut.

Flora yang ada di Pulau Koorders terdiri dari Tanaman Rotan (Calamus sp), Tapus (Zingiberaceae sp). Pohon besar seperti Kihelo (Sauraula sp), Kihaji (Dysoxyum), dan Kikondang (Ficus variegate). Sedangkan Fauna, seperti  Tupai (Calosciurus nigrittatus), Burung Hantu (Otus scops), dan Kelelawar (Pteropus vampyrus). Sementara terkadang Elang Jambul Putih hanya sesekali mendatangi pulau tersebut (Mail-archieve, 2008). Flora dan fauna yang hidup didalamnya saling melengkapi dan berinteraksi satu sama lain dalam sebuah ekosistem yang alami dan seimbang.
Mungkin sebagian orang akan merasa asing jika mendengar nama Pulau Koorders. Namun sebenarnya Pulau Koorders  tidak lain dan tidak bukan adalah “Situ Panjalu” atau “Situ Lengkong” atau “Nusa Gede”. Pulau tersebut berlokasi di Desa Panjalu Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Kawasan tersebut masuk  dalam lingkup Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Wilayah III.
Situ Panjalu atau Pulau Koorders merupakan wujud dan saksi bisu sebuah kebesaran seseorang yang sangat berjasa terhadap perlindugan alam  Indonesia. Dan mungkin  hal tersebut akan menjadi pemacu dalam mempertinggi kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia, sehingga timbul Koorders-Koorders baru bagi kelestarian lingkungan alam di Indonesia. SALAM LESTARI!_ronyalafgani

5 TIPS PERSEMAIAN ALBAZIA DILAPANGAN






sumber : ronyalafgani (2022)

Berikut 5 tips untuk membuat persemaian bibit Albasia  berdasarkan pengalaman  dilapangan :

1.   Akan lebih baik apabila menggunakan tanah bukan top soil, ini untuk mencegah pertumbuhan gulma yang berlebihan  dalam media semai. Untuk media semai sesuai dengan aturan dengan menggunakan perbandingan tanah, pasir , dan kompos dengan perbandingan tertentu. Kondisikan agar media tanam seporos mungkin dengan kandungan hara yang cukup.
2.   Dalam pengisian media kedalam plastic polibag usahakan media jangan terlalu ditekan penuh cukup dikokohkan dengan cara menepuk nepuk pangkal polibag yang telah diisi.
3.   Ketika proses pegisian biji/benih kedalam media semai sebaiknya bibit langsung ditanam dalam media. Apabila sebelumnya dilakukan penaburan terlebih dahulu maka kemungkinan ketika proses penyapihan akan menimbulkan luka mekanis pada akar sehingga mempengaruhi daya tumbuh dan toleransi dalam persemaian.
4.   Benih atau biji sebelum ditanam usahakan benih tersebut sudah keluar bakal akar terlebih dahulu, ini untuk memastikan prosentasi tumbuh bibit.
5.   Perlakuan benih/ biji sebelum ditanam atau ditabur dilapangan dengan cara merendam dengan menggunakan air panas (70oC) dan biarkan sampai dingin. Kemudian benih ditiriskan dan dibiarkan selama satu sampai dua hari sampai timbul bakal akar. Benih yang telah ditiriskan diusahakan selembab mungkin sehingga tidak mempengaruhi pertumbuhan bakal akar.