Daftar Isi (klik saja)
- BENIH SERTIFIKAT PALSU
- Daftar Nama EX-PLG Cimanuk Citanduy yang masih Aktif
- exsPLG lolos PPPK 2022
- FOTO PERTAMA PLG 2007
- Kegiatan KBR dilapangan
- KEGIATAN PENYULUHAN
- MONITORING STAF AHLI KLHK KE KBR GARUT
- Papan Mutasi Persemaian
- Perjalanan Exs PLG BPDAS Cimanuk CItanduy
- Perlakuan benih Aren (Arenga saccharifera)
- Perlakuan Benih Jati (Tectona grandis)
- Perlakuan Benih Jati Putih (Gmelina sp)
- Perlakuan Benih Manglid (Maglieta glauca)
- Perlakuan Benih Picung (Pangium edule)
- Permenhut KBR Tahun 2016
- POHON KIHUJAN (Samanea saman)
- Sejarah Berdirinya Konservasi Hutan
- Teknik Pembangunan Persemaian
- Teknik Pembenihan Benih Kemiri (Aleuritas spp)
- Teknik Semai Biji Sengon
- Teknik Semai Biji Suren (Toona sureni)
- TEKNIS NAUNGAN SENGON KABUPATEN CIAMIS
- Tips Lapangan Cara Menyemaikan Albazia/Sengon
- VAKSIN COVID PLG
- Video Pendampingan KBR
Rabu, 20 Juli 2016
Jumat, 13 November 2015
TEKNIK SEMAI BIJI SENGON (Albazia Falcataria)
TREATMENT
BENIH SENGON ATAU MALAKA (Albazia
Falcataria) .
oleh : ronyalafgani
Teknik
Persemaian benih menurut Dinas Kehutanan
Kabupaten Ciamis (2002), yaitu :
a. Teknik Penanganan Benih.
1.
Benih berasal dari Pohon Induk yang baik bebas dari
seragam hama penyakit dan berumur lebih dari 7 tahun.
2.
Seleksi benih dengan cara pembersihan dan sortasi biji
agar diperoleh biji berkwalitas baik bersih dari biji/benih tanamn lain dan
tidak terserang hama dan penyakit.
3.
Lebih baik menggunakan benih/biji yang bersertifikat yang
dikeluarkan oleh Balai Benih atau Lembaga reasmi yang ditunjuk untuk pengadaan
benih.
b.
Teknik Penyemaian Benih.
Benih
yang dikecambahkan melalui tahap sebagai berikut :
1. Benih
hasil seleksi dimasukan dalam wadah/Ember.
2. Seduh
bibit dalam wadah tadi dengan air panas (Suhu 80° - 100°C)
selama 5 menit untuk biji sebanyak 100 gram dibutuhkan air panas + 1 liter.
3. Pemindahan
benih yang sudah diseduh selama 5 menit kedalam air dingin dan terendam selama
24 jam.
4. Masukan
Fungisida Cobox 0,50 % selama 3 sampai 6 Jam kedalam rendaman benih.
5. Sesudah
direndam selama 24 jam sampai keluar bakal akar (berwarna putih) sepanjang 1-3
mm.
a. Pembuatan
Persemaian.
1. Siapkan
kantong Plastik (Polybag) yang sudah diisi media dalam bedengan dengan ukuran 5
x 1 m.
2. Masukan
benih yang sudah berkecambah rata-rata 2-3 buah tiap kantong plastik dengan
menggunakan luju (alat pelubang) pada media dengan kedalaman 2cm.
3. Tutup
kembali dengan tanah yang halus pada setiap polybag yang sudah diisi dengan
biji/benih.
4. Siapkan
bedeng tabur secukupnya, sebagai cadangan untuk melaksanakan penyulaman pada
bibit yang mati dan terserang hama/penyakit
Sedangkan
teknik persemaian Albasia menurut Sunarya, H. (2004) yaitu :
a.
Perkecambahan
Benih dikecambahkan melalui tahapan sebagai berikut :
1.
Biji albasia direndam aair, biji tenggelam merupakan biji
yang baik untuk disemaikan dan biji yang terapung dibuang.
2.
Biji albasia yang telah diseleksi dimasukan kedalam
wadah/ember kemudian diseduh dengan air panas selama 5 menit, selanjutnya
direndam dengan air dingin selama 24 jam sampai keluar bakal akar yang berwarna
putih sepanjang 1-3mm.
b.
Penyemaian Benih.
1.
Benih yang telah dikecambahkan kemudian ditabur ke dalam
bedeng semai.
2.
Setelah tumbuh satu dan dua daun kemudian dipindah ke
bedeng sapih.
3.
Kecambah benih albasia dapat pula langsung dimasukan ke
polibag yang telah disiapakan yaitu sebanyak 2-3 tiap polibag.
Menurut Balai Litbang Teknologi
Pembenihan (2007) yaitu
1.
Benih direndam dalam air mendidih suhu 800s.d.1000C
selama 5 menit. Untuk 100gr benih diperlukan 1 lt air.
2.
Benih dipindahlan kedalam air dingin dan direndam selama
24jam.
3.
Untuk mencegah serangan hama dan penyakit, benih direndam
dalam fungisida cobox 0,5% selama 3 s.d.6 jam.
4.
Benih siap ditabur menggunakan media campuran tanah,
pasir halus, dan pupuk kandang (5:1:1).
5.
Setelah siap disapih, bibit dipindahkan ke kantong
plastik. Media plastik terdiri dari tanah dan pupuk kandang dengan komposisi
6:1.
Selasa, 10 November 2015
TEKNIK SEMAI GMELINA (Gmelina arborera )
Jati
Putih (Gmelina arborera)
Teknik Persemaian jati putih menurut Danu (2000), yaitu :
1.
Buah yang sudah dibuang kulitnya dijemur selama lima hari
(jam 08:00 s.d. 15:00).
3.
taburkan benih dengan cara benih ditanamkan satu persatu
sedalam 2/3 panjang benih, bagian benih yang berlobang diletakan pada bagian
atas.
4.
Setelah satu minggu berkecambah akan muncul kecambah 1-3
buah kecambah.
Sedangkan teknik penyemaian benih Jati Putih menurut Harum, F dan Moestrup, S. (2010)
:
1.
Rendam benih gmelina selama satu hari.
2.
Siapkan bak tabur.
3.
Siramlah media bak tabur sampai media tabur menjadi
basah.
4.
Semaikan benih di dalam bak tabur dengan mengatur agar
benih yang ditabur tidak terlalu rapat.
5.
Perhatikan kondisi kelembaban media tabur setiap
hari. Bila kurang lembab siram.
6.
Tunggu sampai benih berkecambah sambil mempersiapkan
media semai dalam Polibag.
7.
Gunakan polibag berukuran 10cm x 20cm atau polibag yang
lebih besar bila semai akan dipindah
dalam waktu yang relatif lebih lama.
Perhatikan benih yang dikecambahkan di bak tabur atau bedengan
tabur. Bila sudah siap disapih (daun
sudah muncul dan semai 2-3 cm tingginya), siram bak tabur atau bedengan tabur
sampai jenuh. Basahi pula media dalam
polibag dan buat lobang untuk tempat semai yang akan dipindahkan dari bak atau
bedengan tabur.
8.
Pindahkan/sapih semai dari bak tabur ke dalam polibag
pada lobang tanam yang telah disiapkan.
TEKNIK SEMAI BIJI MANGLID (Maglieta glauca BI.)
Maglid (Maglieta glauca BI.)
Oleh :
ronyalafgani
Menurut Kelompok Peneliti Hasil
Hutan dan Jasa Lingkungan (2007) Teknik Pembibitan Manglid yaitu :
1.
Teknik Perbanyakan manglid dilakukan dengan mengunakan
biji. Biji manglid bersifat rekalsitran
yang artinya tidak dapat disimpan tahan lama hanya dapat disimpan 2-5
minggu.
2.
Untuk mempercepat perkecambahan atau mematahkan dormansi
(skarifikasi) dilakukan perendaman biji dengan air dingin selama dua hari tanpa
pergantian air.
3.
Biji manglid
sebaiknya digunakan insektisida, karena biji tersebut sangat disukai oleh
semut.
4.
Setealah perlakuan biji ditaburkan pada bedeng tabur.
Media tabur manglid dapat mengunakan tanah/topsoil.
5.
Bedeng tabur dikondisikan lembab dengan naungan serta
penyiraman pagi dan sore hari.
sumber foto : https://www.google.com/search?q=manglid&tbm=isch&ved=2ahUKEwis4tq08v7-AhXI9nMBHS97DnUQ2-cCegQIABAA&oq=manglid&gs_lcp=CgNpbWcQAzIFCAAQgAQyBQgAEIAEMgUIABCABDIFCAAQgAQyBQgAEIAEMgUIABCABDIGCAAQBRAeMgYIABAFEB4yBggAEAUQHjIGCAAQBRAeOgYIABAHEB46BAgjECc6BwgAEIoFEEM6CAgAEIAEELEDOgQIABADOgsIABCABBCxAxCDAVDfBlioFmCOGGgBcAB4AIABjgKIAaANkgEFMC42LjOYAQCgAQGqAQtnd3Mtd2l6LWltZ8ABAQ&sclient=img&ei=bh1mZKzzG8jtz7sPr_a5qAc&bih=657&biw=1366
Langganan:
Postingan (Atom)


